Kamis, 06 Januari 2011

LINK


Cara buat sumber otomatis seperti ini :


Langkah Pertama
Silahkan menuju www.tynt.com
Silahkan Daftar Gratis dengan Mengklik

Isi data yang diminta :

Setelah daftar silahkan Login kembali

Langkah Kedua
Untuk Memasukkan Script yang diberikan tynt.com agar saat Copas Link kita langsung ikut di Copy, Silahkan sekarang Klik Link setup
Lihat cotoh gambar berikut biar lebih mudah :
Untuk Perbesar gambar silahkan klik kanan gambar lalu klik open Link in new Tab

Pada Attribution silahkan isi sesuai keinginan, seperti contoh gambar
pada Link Prefix: Source atau bisa diisi kalimat apa saja
dan pada Link Suffix : Kumpulancara.com
sobat bisa atur apakah Link saja yang ikut di Copas ataukah yang keikut nama link atau judul artikel yang dicopas, itu bisa diatur sendiri.

Langkah ketiga
Setelah selesai pengaturan maka kini saatnya kita masukkan ke Blog
Sekarang Klik Get Your Script
Copy Scriptnya lalu letakkan di atas </body>
tentunya sobat harus login dulu ke account blogspot masing-masing.

Kelebihan lain memasang Script tersebut kita akan tahu siapa saja yang meng-copas Artikel kita, dan ini kita akan tahu dari laporan yang ada pada www.tynt.com

POSTGREE

MySQL V.S Postgree

Perbandingan di artikel ini sendiri menggunakan versi MySQL 3.23.49/4.0.1 dan PostgreSQL 7.2.
Tujuan Desain

Dari semula latar belakang dikembangkannya kedua database ini sudah berbeda. MySQL berkembang dari solusi yang dipakai oleh pembuatnya, TcX AB, dalam memroses data untuk aplikasi Web. Fokusnya adalah pada kecepatan. PostgreSQL, di lain pihak, berkembang dari riset akademik. Fokus pengembangan PostgreSQL adalah pada fitur OO, reliabilitas, dan dukungan SQL yang mantap. Namun, seiring kedua produk ini bertambah matang, keduanya semakin banyak memiliki sifat-sifat ini. MySQL versi 4.x misalnya, berjanji menambahkan fitur-fitur yang sejak lama diidamkan pemakainya: subselect, view, dsb. Sementara PostgreSQL, yang sempat memiliki masalah stabilitas dan skalabilitas di seri awal versi 6.x, juga kini telah amat menarik dari segi kecepatan.
Pengembangan

Pengembangan MySQL diatur secara sentral oleh perusahaan komersial di Swedia bernama MySQL AB (sebelumnya TcX AB). Perusahaan ini memperoleh pemasukan utamanya dari menjual layanan support dan konsultasi MySQL. PostgreSQL dikembangkan secara lebih terdesentralisasi dan merakyat, namun tetap diatur oleh sebuah kelompok online bernama PostgreSQL Development Group.

MySQL dirilis dalam satuan yang lebih sering (sebulan bisa lebih dari satu kali), sementara PostgreSQL sekitar 4–6 bulan sekali. 
Jumlah Pengguna

Menurut MySQL AB, saat ini jumlah instalasi MySQL sekitar 3 juta. PostgreSQL sendiri tidak diketahui pasti berapa jumlah penggunanya; kemungkinan masih berada di bawah MySQL karena banyaknya situs Web dan perusahaan webhosting yang hanya menggunakan MySQL. Plus secara keseluruhan popularitas MySQL (trafik milis, tutorial/artikel yang membahas, dsb) lebih besar daripada PostgreSQL. Tapi karena PostgreSQL juga disertakan secara default di distro-distro Linux seperti Red Hat dan SuSE, jumlah penggunanya pun sudah pasti banyak. 
Arsitektur dan Portabilitas

MySQL memiliki arsitektur multithreading, sementara PostgreSQL multiproses (forking). Ini berarti PostgreSQL potensial memiliki stabilitas yang lebih tinggi, sebab satu proses anak yang mati tidak akan menyebabkan seluruh daemon mati—meskipun pada kenyataannya, dulu ini sering terjadi. Di sisi lain, arsitektur dengan forking ini sulit diterapkan ke Windows, sebab Windows amat thread-oriented. Karena itulah, baru MySQL yang memiliki port natif ke Windows. PostgreSQL sendiri saat ini bisa dijalankan di Windows, tapi melalui lapisan emulasi Cygwin. 
ACID compliance

Sampai sekarang masih banyak yang bilang MySQL itu tidak ACID-compliant. Padahal sejak 2 tahun lalu MySQL sudah mempunyai handler tabel BerkeleyDB, dan belakangan ini InnoDB, sehingga MySQL sudah mendukung transaksi. Handler tabel MySQL yang lama, ISAM dan MyISAM, tidak ACID-compliant. PostgreSQL sendiri sejak lama telah ACID-compliant. 
Lisensi

Lisensi PostgreSQL lebih liberal. Inilah sebabnya ada banyak produk closed-source dan komersial yang bisa dikembangkan dari source code PostgreSQL. MySQL, karena dilisensi di bawah GPL, tidak boleh dimodifikasi menghasilkan produk turunan yang closed-source. 
Kecepatan

Soal kecepatan ini relatif dan kadang juga jadi isu sensitif. Baik kedua pihak, maupun pihak ketiga, pernah menerbitkan benchmark yang lalu ditepis atau dicibir karena tidak objektif. 

Pada dasarnya perbandingan kecepatan keduanya seperti ini: MySQL terkenal cepat dalam melakukan query sederhana. Dengan kata lain, dapat memroses lebih banyak SQL per satuan waktu. Tapi dalam kondisi load tinggi (jumlah koneksi simultan besar), PostgreSQL sering mengalahkan MySQL untuk query dengan klausa JOIN yang kompleks, seperti dialami Tim Perdue saat mencoba kedua database untuk diimplementasikan di SourceForge.net. Penyebab utamanya adalah karena MySQL menggunakan locking level table dalam UPDATE, sehingga koneksi yang lain tidak bisa membaca table ybs sama sekali. Locking inilah juga sebabnya mengapa pada banyak benchmark, MySQL menunjukkan penurunan kinerja yang cukup drastis untuk kondisi jumlah klien simultan tinggi. PostgreSQL mendukung locking di level yang lebih rendah, yaitu row. Table handler baru di MySQL, InnoDB, juga mendukung row level locking. Benchmark InnoDB pada jumlah koneksi tinggi menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan (www.innodb.com/bench.html). 

Masalah locking tabel bisa diakali dengan membelah-belah tabel, agar satu kelompok row dapat dilock tanpa mengganggu kelompok row lain. Bahkan ada pengguna MySQL yang membelah sebuah tabel besar berisi jutaan record menjadi ribuan tabel kecil-kecil. 
Stabilitas

Keduanya sudah bisa dibilang cukup hingga amat stabil. Tapi perlu diingat bahwa database manapun—bahkan Oracle—sesekali dapat menyebabkan kerusakan data. Karena itu backup/history periodik dan incremental tetap diperlukan. 
Fungsi Built-In

MySQL terkenal kaya fungsi built-in, seperti modifikasi string (REPLACE, RIGHT, LTRIM, LCASE), matematika (LOG, LOG10), tanggal, dsb. Dalam hal ini MySQL lebih unggul. 
Interface

Keduanya sudah amat solid. Mulai dari API C/C++, driver database Perl/Python/PHP/Tcl, ODBC, JDBC telah didukung. Anda tidak akan kesulitan menggunakan database ini dari berbagai sistem dan bahasa pemrograman. MySQL juga mendukung OLEDB dan memiliki versi embedded untuk dilink bersama aplikasi buatan Anda sendiri. 
Full Text Indexing

MySQL mendukung indeks full text secara natif. PostgreSQL mendukung full text searching lewat program lain (contohnya: OpenFTS, openfts.sourceforge.net) yang memanfaatkan tipe data arraynya untuk menyimpan indeks dokumen. Secara umum dapat dikatakan bahwa indexing dengan MySQL lebih praktis, tapi dengan program ketiga lebih banyak fitur dan opsi yang bisa diatur (mis: stemming, parsing kata non-Inggris, dsb). MySQL juga, tentu saja, dapat dipakai sebagai backend bagi program search eksternal (contoh: DBIx::KwIndex, search.cpan.org/search?dist=DBIx-KwIndex), meski mungkin tidak seefisien dibandingkan array di PostgreSQL. 
Replikasi

Keduanya sudah memiliki replikasi, meski replikasi di MySQL barulah satu arah. Replikasi di PostgreSQL sendiri belum disertakan dalam distribusi standarnya, namun Anda dapat mengunjungi situs gborg.postgresql.org/project/pgreplication/ (proyek pgreplication). 
Manajemen User dan Keamanan

Kedua database menyimpan informasi user di sebuah database khusus. Sistem perizinan MySQL lebih mendetil daripada PostgreSQL. Misalnya, kita dapat mengeset agar user tertentu yang datang dari host tertentu hanya bisa membaca tabel saja tanpa bisa UPDATE. Di PostgreSQL ini masih bisa dilakukan dengan VIEW misalnya. 

Untuk masalah enkripsi koneksi, keduanya mendukung SSL. Ada ekstensi PKIX bagi PostgreSQL yang menarik, sebab dapat membuat tabel terenkripsi: http://www.dimensional.com/~bgiles/pkixdoc/. 
Tool Web/GUI

MySQL AB mengklaim lebih banyak tool grafis/web yang tersedia untuk MySQL, dan ini nampaknya cukup benar. 
Tipe Data

PostgreSQL lebih kaya dalam hal tipe data (terutama yang domain-specific seperti tipe data geometris dan MONEY), tapi MySQL sudah mendukung semua tipe data umum. 

Di PostgreSQL sebelum 7.1, masih ada keterbatasan yang cukup menyesakkan yaitu ukuran data BLOB maksimum adalah 8–32KB. Sejak 7.1, PostgreSQL juga dapat menyimpan data BLOB besar. 

CHAR dan VARCHAR di PostgreSQL dapat menampung hingga 8 juta karakter (bandingkan dengan MySQL yang hanya 255). 
Modifikasi Tabel

MySQL lebih fleksibel dalam ALTER TABLE. PostgreSQL sendiri terbatas hanya bisa melakukan penambahan kolom, penggantian nama kolom, dan penggantian nama tabel. MySQL mendukung penambahan/penghapusan kolom, penggantian definisi kolom, dsb. 
Fitur OO dan SQL

Dalam waktu beberapa tahun PostgreSQL akan tetap memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan MySQL. Lebih banyak fitur dari standar SQL92 yang diimplementasi oleh PostgreSQL. MySQL bahkan belum mendukung subselek. View, trigger, foreign key checking (meski ini sudah ada di InnoDB) dan stored procedure semua hanya ada di PostgreSQL. Sebagai pengembang yang memutuskan memilih salah satu database, Anda perlu menanyakan kepada diri sendiri dulu apakah ingin lebih bersusah-payah melakukan code around fasilitas-fasilitas yang tidak ada di MySQL tersebut melalui bahasa pemrograman (misalnya, stored procedure diganti dengan user-defined function, subselek diganti beberapa kali SQL yang dibungkus dengan locking, dan tidak ada “trigger” berarti Anda harus melakukan pengecekan secara manual). Jika tidak ingin repot, lebih baik memilih PostgreSQL. Tapi jika tidak butuh fitur SQL yang rumit-rumit, Anda masih punya kebebasan memilih satu dari dua. 

Di samping itu MySQL pun tidak memiliki fitur OO seperti pewarisan tabel dan tipe data, atau tipe data array yang kadang praktis untuk menyimpan banyak item data di dalam satu record. 
Fitur Unik

MySQL memiliki arsitektur yang memungkinkan sebuah database terdiri dari beberapa jenis tabel, misalnya: yang transaksional dan tidak, yang berbasis di memori atau di disk, yang terkompresi dan yang read-only. MySQL mendukung protokol terkompresi yang bisa menghemat bandwidth dan mengurangi latensi. 

PostgreSQL memiliki tipe data array, pewarisan tabel dan tipe data, serta sistem rule. PostgreSQL memiliki tipe-tipe data “antik.” Di PostgreSQL Anda dapat menulis stored procedure (atau procedural language, istilah di PostgreSQL) dalam beberapa bahasa: PL/Perl, PL/Tcl, atau PL/PgSQL. PostgreSQL mendukung set/himpunan. Ayo para master sekalian berikan review atas artikel in

Oracle

Oracle menghadirkan Exalogic Elastic Cloud T3-1B, model terbaru yang menghadirkan kinerja, skalabilitas dan ketersediaan terbaik untuk server SPARC Solaris dalam sistem Oracle Exalogic Elastic Cloud.


Oracle Exalogic Elastic Cloud dirancang untuk skala besar dan pengolahan tugas-tugas penting. Perangkat ini merupakan adalah rekayasa perangkat keras dan sistem perangkat lunak yang telah teruji dan dikonfigurasi oleh Oracle untuk menjalankan aplikasi Java dan non-Java dengan performa ekstrim.

“Oracle adalah satu-satunya vendor yang mampu menyediakan sistem perangkat keras dan lunak lengkap yang dioptimalkan untuk kinerja Java dan dirancang untuk mendukung Oracle Fusion Middleware dan portofolio Oracle Aplications. Dengan model SPARC Solaris dari Oracle Exalogic Elastic Cloud, pelanggan yang memiliki standar pada Solaris SPARC dengan mudah bisa mendapatkan keuntungan besar dari Oracle Exalogic Elastic Cloud dan mengkonsolidasikan pusat data mereka, sembari meningkatkan investasi dan keahlian yang ada,” kata Hasan Rizvi, Senior Vice President, Oracle Fusion Middleware, dalam keterangannya, Selasa (21/12/2010).

Menurut Hasan, Oracle Exalogic Elastic Cloud T3-1B mengkombinasikan kehandalan server SPARC dalam menjalankan Oracle Solaris 11 Express dengan susunan struktur I/O berbasis InfiniBand, Oracle WebLogic Server dan produk enterprise middleware Oracle lain yang berbasiskan Java.

“Oracle Exalogic Elastic Cloud dapat mendukung ribuan aplikasi Java dan non-Java dengan beragam system keamanan, keandalan serta persyaratan kinerja. Keunggulan tersebut membuat Oracle Exalogic Elastic Cloud menjadi platform yang ideal bagi konsolidasi pusat data keseluruhan perusahaan. Hal ini, dikombinasikan dengan dukungan untuk multi-tenancy kelas enterprise dan kemampuan untuk memenuhi persyaratan tingkat layanan yang paling tinggi di dunia, membuatnya menjadi platform komputasi awan terbaik,” paparnya.

Model baru Exalogic Elastic Cloud T3-1B menjalankan Oracle Solaris merupakan system yang sangat optimal untuk menjalankan aplikasi multi-threaded. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan peningkatan kinerja maksimal saat menjalankan perangkat lunak multi-threaded Java seperti WebLogic Server Oracle.

Oracle Exalogic Elastic Cloud T3-1B juga menyediakan analisis mendalam seputar hardware dan membantu mendeteksi kemungkinan kegagalan perangkat keras. Hal ini dapat terjadi berkat integrasi antara server SPARC T-Series yang menjalankan Solaris Oracle dengan fitur Oracle seperti Solaris Predictive Self Healing.

Pelanggan lebih lanjut dapat mengurangi downtime yang tidak terencana dengan memanfaatkan Oracle Solaris SMF (Service Management Framework) dalam Oracle Exalogic Elastic Cloud untuk secara otomatis melakukan restart komponen software yang bermasalah.

Dengan Solaris Oracle Zones, beragam proses Oracle WebLogic Server yang berbeda serta komponen Oracle Fusion Middleware lain dapat secara efisien dan aman diisolasi ke dalam lingkungan virtual yang berbeda untuk mencapai penggunaan hardware yang optimal. Oracle Solaris Zones juga dapat dipindahkan antar server fisik secara aman dan efisien.

Pelanggan dapat mengkonsolidasikan aplikasi yang ada pada Oracle Exalogic Elastic Cloud dengan memanfaatkan fitur terintegrasi dari Oracle Solaris 10 Zones, yang memungkinkan lingkungan aplikasi untuk dipindahkan ke lingkungan virtual Oracle Exalogic Elastic Cloud tanpa perlu modifikasi.

ACCES

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.
Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Sejarah
• 2 Versi
• 3 Penggunaan
• 4 Fitur
• 5 Pengembangan dengan Access

[sunting] Sejarah
Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993. Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8 megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.
Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basis data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu,

INFORMIX

IMB Informix

IBM Informix adalah keluarga sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang dikembangkan oleh IBM. Hal ini diposisikan sebagai data server utama IBM untuk memproses transaksi online (OLTP) serta solusi terpadu. IBM mengakuisisi teknologi Informix pada tahun 2001.


Sejarah

Informix Software Anak Perusahaan Jenis
Didirikan 1980 (sebagai Sistem Basis Data Relasional)
Tokoh penting Roger Sippl, Laura King (pendiri)
Pemilik (s) IBM

Roger Sippl dan Laura King bekerja di Cromemco, sebuah perusahaan S-100/CP/M awal, di mana mereka mengembangkan sebuah database relasional kecil yang didasarkan pada teknik ISAM, sebagai bagian dari paket perangkat lunak laporan-penulis.

Sippl dan Raja kiri Cromemco untuk menemukan Relational Database System (RDS) pada tahun 1980. Produk pertama mereka, Marathon, pada dasarnya merupakan versi 16-bit ISAM kerja mereka sebelumnya, terlebih dahulu tersedia di C8000 dari Onyx Systems.

Pada RDS, mereka mengalihkan perhatian mereka ke pasar RDBMS muncul dan merilis produk mereka sendiri sebagai Informix (informasi pada Unix) pada tahun 1981. Ini termasuk bahasa Informer mereka. Ini menampilkan ACE penulis laporan, digunakan untuk mengambil data dari database dan menyajikannya kepada pengguna untuk membaca mudah. Hal ini juga menampilkan bentuk tool layar PERFORM, yang memungkinkan user untuk secara interaktif query dan mengedit data dalam database. Rilis terakhir dari produk ini adalah versi 3,30 pada awal 1986.

Pada tahun 1985, mereka memperkenalkan mesin baru SQL query berbasis sebagai bagian dari Informix-SQL (atau ISQL) versi 1.10 (versi 1.00 tidak pernah dirilis). Produk ini juga termasuk varian SQL ACE dan PERFORM. Perbedaan paling signifikan antara ISQL dan produk Informix sebelumnya adalah pemisahan kode akses database ke dalam sebuah proses mesin (sqlexec), daripada embedding secara langsung pada klien - sehingga pengaturan panggung untuk komputasi client-server dengan database yang berjalan di mesin yang terpisah dari mesin pengguna. The ISAM berbasis mesin penyimpanan file yang mendasari dikenal sebagai C-ISAM.

Melalui Informix awal 1980-an tetap menjadi pemain kecil, tetapi sebagai Unix dan SQL tumbuh di popularitas pada pertengahan 1980-an, nasib mereka berubah. Pada 1986 mereka telah menjadi cukup besar untuk mengapung IPO yang sukses, dan mengubah nama perusahaan untuk Informix Software. Produk termasuk Informix-SQL versi 2,00 dan Informix-4GL 1,00, keduanya termasuk mesin database serta alat-alat pengembangan (I4GL untuk programmer, ISQL untuk non-programmer).

Serangkaian rilis diikuti, termasuk mesin pencarian baru, awalnya dikenal sebagai Informix-Turbo. Turbo menggunakan RSAM baru, dengan kinerja manfaat besar multi-pengguna melalui C-ISAM. Dengan rilis produk versi 4,00 pada tahun 1989, Turbo diubah namanya Informix-OnLine (sebagian karena diizinkan backup database koheren sementara server online dan para pengguna memodifikasi data), dan server asli berdasarkan C-ISAM dipisahkan dari alat (ISQL dan I4GL) dan bernama Informix-SE (Standard Engine). Version 5.00 dari Informix OnLine dirilis pada akhir tahun 1990, dan termasuk transaksi dukungan penuh didistribusikan dengan dua-tahap melakukan dan prosedur yang tersimpan. Versi 5.01 dirilis dengan dukungan untuk memicu juga.

Pada tahun 1988, Informix dibeli Inovatif Perangkat Lunak, Pembuat DOS dan sistem perkantoran berbasis Unix yang disebut SmartWare dan WingZ, program spreadsheet untuk Macintosh Apple.

WingZ menyediakan antarmuka pengguna grafis, didukung lebih besar, 32768x32768 spreadsheet dimensi, dan menawarkan pemrograman dalam bahasa HyperCard seperti yang dikenal sebagai HyperScript. Rilis asli terbukti berhasil, menjadi nomor dua spreadsheet, Di belakang Microsoft Excel. Pada tahun 1990, pelabuhan WingZ mulai muncul untuk beberapa platform lainnya, sebagian besar varian Unix. Selama periode ini, banyak lembaga keuangan mulai berinvestasi di workstation Unix sebagai rute untuk meningkatkan "mendengus" desktop yang diperlukan untuk menjalankan model keuangan besar. Untuk periode yang singkat, Wingz berhasil dipasarkan ke ceruk ini. Namun itu menderita kekurangan sumber daya pengembangan dan pemasaran. Pada awal 1990-an WingZ telah menjadi tidak kompetitif, dan Informix akhirnya menjualnya pada tahun 1995. Informix juga menjual lisensi untuk Claris, yang dikombinasikan dengan GUI yang agak diperbarui Claris Putuskan. Dynamic Scalable Arsitektur

Dengan kegagalan dalam produk-produk otomatisasi kantor, Informix memfokuskan kembali di pasar database server berkembang. Pada tahun 1994, sebagai bagian dari kerjasama dengan Sistem Komputer Sekuen, Informix merilis versi 6,00 database server, yang menampilkan baru Dynamic Scalable Arsitektur, DSA.

DSA melibatkan ulang utama mesin inti dari produk, yang mendukung baik paralelisme horisontal dan vertikal paralelisme, dan berdasarkan inti multi-threaded cocok terhadap sistem multiprocessing simetris yang Sekuen dirintis dan vendor besar seperti Sun Microsystems dan Hewlett-Packard akhirnya akan menindaklanjuti. Kedua bentuk paralelisme membuat produk yang mampu tingkat pasar terkemuka skalabilitas, baik untuk OLTP dan data pergudangan.

Sekarang dikenal sebagai Informix Dynamic Server (setelah sebentar menghibur nama Obsidian dan kemudian bernama Informix OnLine Dynamic Server), Versi 7 menghantam pasar pada tahun 1994. Versi 7 konsisten memenangkan tolok ukur kinerja.

Bangunan pada keberhasilan Versi 7, Informix split inti database investasi pembangunan menjadi dua usaha. Salah satu upaya, pertama dikenal sebagai XMP (untuk eXtended Multi-Processing), menjadi garis Versi 8 produk, juga dikenal sebagai XPS (untuk Server Paralel eXtended). Upaya ini difokuskan pada perangkat tambahan pada data pergudangan dan paralelisme dalam platform high-end, termasuk platform shared-tidak seperti IBM RS-6000/SP.

Fokus kedua, yang diikuti pembelian akhir 1995 dari ilustrasi, terkonsentrasi pada objek-relasional (OR) teknologi database. Ilustrasi, ditulis oleh mantan anggota tim Postgres dan dipimpin oleh database pelopor Michael Stonebraker, mencakup berbagai fitur yang memungkinkan untuk kembali sepenuhnya terbentuk objek langsung dari database, fitur yang secara signifikan dapat mengurangi waktu pemrograman dalam banyak proyek. Ilustrasi juga termasuk fitur yang dikenal sebagai DataBlades yang memungkinkan tipe data baru dan fitur yang akan dimasukkan dalam server dasar sebagai pilihan. Ini termasuk solusi untuk sejumlah masalah SQL berduri, yaitu time series, spasial dan data multimedia. Informix terintegrasi ilustrasi's pemetaan OR dan DataBlades ke dalam produk OnLine 7.x, sehingga Informix Universal Server (IU), atau lebih umum, Versi 9.

Kedua versi baru, V8 (XPS) dan V9 (IU), muncul di pasaran pada tahun 1996, membuat Informix pertama dari "tiga besar" perusahaan database (yang lainnya adalah Oracle dan Sybase) untuk menawarkan built-in mendukung ATAU. Komentator perhatian khusus pada DataBlades, yang segera menjadi sangat populer: puluhan muncul dalam waktu satu tahun, porting ke arsitektur baru setelah kemitraan dengan ilustrasi. Ini vendor lainnya meninggalkan scrambling, dengan Oracle memperkenalkan "dicangkokkan pada" paket untuk dukungan time-series pada tahun 1997, dan Sybase beralih ke pihak ketiga untuk paket eksternal yang masih merupakan solusi tidak meyakinkan.

Meskipun Informix mengambil teknologi memimpin di pasar perangkat lunak database, rilis produk mulai jatuh di belakang jadwal pada tahun 1996 akhir. Terganggu dengan masalah teknis dan pemasaran, pengembangan produk aplikasi baru, Informix-NewEra, segera dibayangi oleh bahasa pemrograman Java muncul. Michael Stonebraker telah berjanji bahwa teknologi ilustrasi akan diintegrasikan dalam waktu satu tahun setelah akuisisi akhir 1995, tetapi karena Gartner Group telah diramalkan, integrasi yang dibutuhkan lebih dari 2 tahun. Tidak senang dengan arah baru dari perusahaan, XPS memimpin Kelley arsitek Gary tiba-tiba mengundurkan diri dan bergabung dengan arch-rival Oracle Corporation di awal 1997, dengan 11 pengembang dengan dia Informix. Akhirnya digugat Oracle untuk mencegah hilangnya rahasia dagang.

Kegagalan dalam pemasaran dan kepemimpinan tidak menguntungkan di misgovernance perusahaan dibayangi keberhasilan teknis Informix's. Pada tanggal 1 April 1997, Informix, mengumumkan bahwa pendapatan kuartal pertama jatuh pendek dari harapan sebesar $ 100 juta. CEO Phillip Putih menyalahkan kekurangan pada hilangnya fokus pada bisnis inti database sementara mengerahkan sumber daya terlalu banyak untuk teknologi object-relational kerugian operasi besar dan PHK diikuti.. Informix-lain pendapatan kembali dari tahun 1994 sampai 1996. Sebuah jumlah yang signifikan dari pendapatan dari pertengahan 1990-an penjualan perangkat lunak yang terlibat lisensi kepada mitra yang tidak menjual melalui ke pelanggan pengguna akhir, ini dan lainnya irregularies menyebabkan melebih-lebihkan pendapatan dengan lebih dari $ 200 juta. Bahkan setelah keberangkatan White pada bulan Juli 1997, perusahaan terus berjuang dengan praktek akuntansi, kembali menyatakan laba lagi pada awal 1998.

Meskipun tuduhan misgovernance terus menghantui Informix, kemampuan Informix Dynamic Server (IDS) mulai menguat. kepemimpinan baru mulai muncul juga. Kutipan dari edisi 1998 22 September dari artikel PC Magazine di 100 perusahaan teratas yang mengubah cara Anda menghitung:

... Oracle Informix sedang berjuang melawan saingan dalam objek / arena relasional dengan memperluas andalannya Informix Dynamic Server dengan Opsi Data Universal. Setelah tahun yang penuh gejolak yang termasuk audit bermasalah, Robert Finnocchio ditunjuk sebagai CEO baru perusahaan California Menlo Park,. Dengan 1997 pendapatan $ 662.300.000, Informix telah mulai memperkuat posisinya di pasar database.

Pada bulan November 2002, Phillip Putih, mantan CEO Informix digulingkan pada tahun 1997, didakwa oleh dewan juri federal dan diisi dengan delapan jumlah efek, kawat, dan penipuan mail. Dalam tawar-menawar pembelaan tiga belas bulan kemudian, ia mengaku bersalah hitungan satu pengajuan pernyataan pendaftaran palsu dengan US Securities and Exchange Commission.

Pada bulan Mei 2004, Departemen Kehakiman mengumumkan Putih dijatuhi hukuman dua bulan di penjara federal untuk penipuan sekuritas, denda sebesar $ 10.000, bersama dengan periode dua tahun dari rilis diawasi dan 300 jam pelayanan masyarakat. Pengumuman mencatat bahwa jumlah kerugian kepada para pemegang saham dari pelanggaran, tidak bisa wajar diperkirakan di bawah fakta kasus kesepakatan pembelaan sebelumnya White sudah. waktu terbatas penjara tidak lebih dari 12 bulan.

warga negara Jerman dan penduduk Walter Königseder, perusahaan Wakil Presiden yang bertanggung jawab atas operasi di Eropa, juga didakwa oleh juri federal tapi Amerika Serikat telah mampu untuk mengamankan ekstradisi.

Pada bulan November 2005, sebuah buku merinci naik dan turun dari Informix Software dan CEO Phil White diterbitkan. Ditulis oleh Informix waktu lama Karyawan, Kisah Nyata Informix Software dan Phil Putih: Pelajaran dalam Bisnis dan Kepemimpinan untuk tim Eksekutif.

Mulai tahun 2000, peristiwa besar dalam sejarah Informix tidak lagi berpusat pada inovasi teknis. Tahun itu, pada bulan Maret, Informix diperoleh Ardent Software, sebuah perusahaan yang memiliki sejarah merger dan akuisisi sendiri. akuisisi itu menambahkan mesin multi-dimensi alam semesta dan UniData (dikenal secara kolektif sebagai U2) ke dalam daftar sudah-banyak dari mesin database pada saat itu, yang mencakup tidak hanya produk warisan Informix, tapi mesin SQL datawarehouse berorientasi dari Red Brick dan 100% Jawa versi SQL, Cloudscape (yang kemudian dibundel dengan implementasi referensi J2EE).

Sebelum pembelian, jajaran produk Informix termasuk:

* Informix C-ISAM - versi terbaru dari database asli Marathon
* Informix SE - ditawarkan sebagai sistem low-end untuk embedding ke dalam aplikasi
* Informix OnLine - sebuah sistem yang kompeten untuk mengelola database ukuran medium
* Informix Extended Paralel Server (XPS, V8) - versi high-end dari basis kode V7 untuk digunakan pada mesin didistribusikan besar
* Informix Universal Server (V9) - kombinasi dari mesin OnLine V7 dengan pemetaan OR dan dukungan DataBlade dari ilustrasi
* Informix-4GL - Sebuah bahasa generasi keempat untuk pemrograman aplikasi
* Red Brick Warehouse - produk data warehouse
* Cloudscape - sebuah RDBMS ditulis seluruhnya di Jawa yang sesuai ke perangkat mobile di ujung-rendah dan arsitektur J2EE berbasis pada high end. Pada tahun 2004 Cloudscape dirilis oleh IBM sebagai database Open Source yang akan dikelola oleh Apache Software Foundation di bawah nama Derby.
* U2 suite, Universe dan UniData - multidimensional database yang menawarkan jaringan, hirarki, array dan format data lain sulit untuk model di SQL

Software SQL server

SQL adalah kependekan dari Structured Query Language, digunakan untuk berkomunikasi dengan Oracle sehingga kita dapat memerintahkan informasi apa yang ingin kita SELECT, INSERT, UPDATE atau DELETE. Keempat kata yang saya tulis dengan huruf besar tersebut merupakan kata inti yang digunakan untuk memerintahkan Oracle. Apa sih SQL*Plus itu dan apa perannya dalam database Oracle? Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa SQL*Plus itu seperti assisten pribadi kita saat bekerja dengan Oracle. Melalui SQ*Plus inilah kita memberikan perintah kepada Oracle dan kita dapat melihat hasilnya.
keuntungan SQL :
 1. dapat membuat database, relational struktur, menampilkan insertion, modification, dan deletion data dari relation dan   menampilkan simple/complex queries
2. command mudah dipelajari
3. dapat diterapkan di berbagai DBMS lain
4. dapat/biasa digunakan oleh DBAs, management application developers dan end-user
Kekurangan SQL :
5. sampai SQL3, SQL tidak menyertakan control command flow

Kamis, 09 Desember 2010

Penjelasan Foxpro

Pengertian, Kemampuan dan Penanganan Visual Foxpro 6.0

Microsoft Visual Foxpro 6.0 for windows adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan untuk membuat, mengolah, dan mengelola suatu database dengan cepat dan mudah. Selain fasilitas seperti kemudahan, kecepatan, dan kemampuannya dalam mengolah data yang relatif besar, salah satu keistemewaan dari program yang dibuat oleh Microsoft ini yang terpenting adalah cara pemrogramannya yang kini tengah menjadi trend di era 90-an yaitu pemrograman visual dan berorientasi objek.
Dengan memakai cara pemrograman ini, kita tidak perlu susah payah mengetikkan kode program, tidak perlu menghafal sintak dan fungsi-fungsi program yang jumlahnya ratusan. Kita hanya tinggal mengklik dan memilih dengan mouse, dan bahkan jika kita tidak memiliki pengetahuan dalam bahasa pemrogramanpun dapat
membuat sebuah program aplikasi yang bergaya windows.

Kemampuan Visual Foxpro 6.0
Ada beberapa kemampuan yang dimiliki visual foxpro 6.0 ini, yang tidak dimiliki versi sebelumnya. Kemampuan baru tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Terdapat Wizard, fasilitas baru yang bisa digunakan untuk mempermudah dalam menciptakan table, query, form, report dan lainnya.

b. Ditambahkannya Objeck Oriented programming dan database schenas, yang tentunya akan mempermudah para programmer dalam menyusun program.

c. Terdapat menu Drop-down yang telah sempurna.

d. Menyediakan tipe data field baru. Didalam visual foxpro 6.0 ini, ada beberapa tipe data field baru yang belum ada pada versi sebelumnya. Hal ini bisa diketahui saat mendefinisikan table, tepatnya dalam menentukaqn strukturnya dibagian tipe field.

e. Istilah database baru. Kalau pada versi sebelumnya satu database hanya terdiri dari satu tabel saja, tetapi didalam visual foxpro 6.0 ini satu database bisa terdiri dari beberapa tabel, dan beberapa objek.


Penanganan Database
Dalam penanganan database visual foxpro lebih canggih atau lebih akurat jika dibandingkan dengan foxbase. Untuk lebih jelasnya dibawah ini dirinci sebagai berikut :

1. Database
Visual foxpro sangat mendukung database. Istilah database dalam visual foxpro berarti kumpulan tabel, relasi, tampilan. Setiap objek tersebut mempunyai property yang disaimpan didalam database.properti tersebut mengandung informasi seperti aturan validasi field, aturan validasi level record, triger ( pemicu ) dan lain-lain. Penanganan database oleh foxbase hampir sama dengan visual foxpro yang membedakannya adalah untuk foxbase tidak ada validasi field, aturan validasi record dan triger ( pemicu ).

2. Tabel
Tabel dalam visual foxpro adalah file DBF. Tabel dapat digunakan diluar database, dan disebut sebagai tabel bebas ( free tabel ). Tabel yang ditambahkan ke DBC disebut sebagai tabel berhubungan ( attached table ). Ketika tabel ditambahkan ke DBC, kita dapat menspesifikasikkan tabel dan file pada filed dan level record. Untuk menunjuk ekspresi validasi pada field, kita dapat menggunakan field pada kotak dialog field properties. Istilah tabel dalam foxbase tidak ada, yang ada hanya file-file yang berekstension DBF yang didalamnya terkandung field-field seperti apa yang terkandung file-file yang berekstension DBC yang ada pada visual foxpro.

3. Relasi
Visual foxpro mendukung persistence relationship dalam DBC.persistance relationship yang digunakan dalam sebuah form, report, view, atau query.

4. SQL Views
View adalah saatu fasilitas pada visual foxpro.View adalah query yang dapat diupdate dan dapat dipelihara seperti sebuah tabel.

5. Tool Visual
Tool visual dalam foxpro disebut designer. Tool-tool itu adalah sebagai berikut :
a. Form Designer
Form designer dirancang untuk membuat tampilan visualisasi. Kemudahan pemakaian graphical User Interface ( GUI ) dengan kontrol petunjuk pada semua kontrol pada form tersebut. Tabel layout digunakan untuk mengontrol sudut garis agar mempunyai sudut kiri, sudut kanan, dan tengah yang sama. Kita juga dapat menjalankan form lebih dari satu kali yang artinya kita dapat mempunyai banyak intance ( copy ).

b. Pageframe
Pageframe adalah sebuah kontrol untuk membuat banyak halaman dalam satu form. Pageframe digunakan untuk membuat layar “ ab “ dengan setiap layar tabnya mempunyai kumpulan kontrol sendiri-sendiri. Fungsi ini tidak ada dalam foxbase.

c. Kontrol Grid
Visual foxpro menggunakan kontrol grid untuk mengkontrol setiap kolom secara terpisah atau sendiri-sendiri. Kita dapat mempunyai hampir semua tipe objek dalam sel individu pada grid. Kita dapat mengkontrol warna sel-sel secara individu misalnya. Fungsi ini tidak adapada foxbase.

d. Kontrol OLE
Visual foxpro mendukung OLE 2, yang berarti kita dapat menambahkan kontrol OCX ( kontrol OLE 2 ) baru ke form kita. Kontrol yang lain mengandung kontrol komunikasi dan dua kontrol untuk aplikasi kita digunakan untuk bekerja dengan Microsoft Mail API ( MAPI ). Visual foxpro mempunyai tambahan kontrol OCX dan OLE lain seperti MS Word dan Exel. Obyek-obyek ini dapat dimanipulasi seperti obyek foxpro. Fungsi ini tidak ada dalam foxbase.

e. Project Manajer
Project Manajer adalah fasilitas terbaru dari visual foxpro dan desain layar ber-tab. Project Manajer juga menyediakan kemudahan untuk mengakses semua file yang digunakan dalam aplikasi.

f. Report Designer
Perbedaan antara Report Designer foxpro versi sebelumnya dengan visual foxpro adalah pada tambahan lingkungan data ( data environtment ) untuk report yang digunakan untuk mendefinisikan tabel, view dan relasi yang digunakan dalam report dan pilihan private dan sesion yang memberikan kumpulan wilayah kerja yang bekerja dengannya. Ini digunakan untuk mencegah perubahan setting dan penggunaan pointer record oleh aplikasi lain.

g. Menu Gambar
Menu designer dalam visual foxpro digunakan untuk membuat menu. Menu designer adalah tool dari foxpro yang mempunyai kemampuan membangun kode. Menu designer ini tidak berubah seperti sebelumnya. Fungsi ini tidak ada dalam foxbase.

h. Object Oriented
Visual foxpro mendukung object. Yang didukung oleh visual foxpro adalah pembuatan visual classes dan non visual serta business
Classes. Model object visual foxpro menambah fasilitas untuk penggunaan kembali guna membangun aplikasi database. Tool perancangan visual foxpro dapat diakses dari project manager dengan sangat mudah. Fasilitas ini digunakan dalam pembuatan tabel, form, query, database dan laporan untuk mengolah data. Fungsi ini tidak ada pada foxbase.


Dari uraian diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa visual foxpro 6.0 selain sebagai suatu sistem pengolahan data yang handal, juga mempunyai aspek pemrograman. Visual Foxpro juga memiliki fungsi-fungsi yang cukup lengkap sehingga lebih leluasa bagi pemrogram untuk menyusun program aplikasi dari segi pemakaian interaktif memungkinkan pembentukan file dapat dipisahkan dari tubuh pemrograman.